Film 5 Cm mengisahkan tentang lima orang sahabat yang sudah menjalin pertemenan selama belasan tahun bernama Genta (Fedi Nuril), Arial (Denny Sumargo), Zafran (Herjunot Ali), Riani (Raline Shah) dan Ian (Igor Saykoji). Pada suatu hari mereka berlima merasa 'jenuh' dengan jalinan persahabatan mereka dan akhirnya memutuskan berpisah untuk sementara waktu. Kelimanya tidak saling berkomunikasi satu sama lain selama tiga bulan lamanya.
Selama tiga bulan itu, mereka saling berbenah diri dan fokus untuk menggapai visi serta misi masing-masing meskipun kerinduan selalu menghiasi kehidupan Genta, Arial, Zafran, Riani serta Ian. Setelah tiga bulan berlalu, mereka berlimapun bertemu kembali dan merayakan pertemuan dengan sebuah perjalanan penuh impian dan tantangan.
Tidak tanggung-tanggung, Genta mengajak teman-temannya ke puncak tertinggi Jawa yaitu Mahameru, puncak dari gunung Semeru. Bagi Genta, perjalanan tersebut akan sangat berkesan dan tidak bisa terlupakan seumur hidup oleh teman-teman dekatnya. Tentunya pendakian tersebut tidaklah mudah lantaran minimnya pengalaman mereka dan beratnya medan yang harus dihadapi.
5 Cm adalah film hasil adaptasi novel laris karya Donny Dhirgantoro, yang sampai bulan Desember 2012 telah memasuki cetakan ke 25. Kisah 5 Cm terinspirasi dari kisah nyata dimana setiap tanggal 17 Agustus di sebagian besar puncak gunung di Indonesia sering diadakan upacara bendera untuk memperingati hari kemerdekaan. Sesuai dengan novelnya, proses syuting film ini juga dilakukan di lokasi yang sama yaitu Mahameru.
Cerita di film ini sangatlah lengkap, mulai dari drama romantis hingga komedi tersedia di 5 Cm. Layaknya sebuah menu masakan, penonton dijamin tidak akan pernah sedetik pun merasa bosan dengan mencicipi setiap adegan dan visual yang ditampilkan di layar bioskop. Karakter Zafran dan Ian sangatlah menghibur, dimana mereka selalu memberikan lelucon-lelucon segar yang dapat memancing tawa penonton.
Rizal Mantovani selaku sutradara film 5 Cm patut diberikan apresiasi lantaran berhasil mengarahkan para pemainnya dengan maksimal sekaligus merekam semua keindahan yang ada di gunung Semeru. Selain terhibur dengan ceritanya, penonton juga akan dibuat kagum dengan pesona keindahan gunung Semeru. Film 5 Cm diyakini mampu membuat para penontonnya semakin mencintai Indonesia.
Secara keseluruhan, film 5 Cm sangatlah layak untuk ditonton karena memiliki banyak pesan positif yang terkandung didalamnya yaitu mengenai keteguhan hati untuk menggapai impian. Perlu diketahui, para pemain di film ini yaitu Fedi Nuril, Denny Sumargo, Herjunot Ali, Raline Shah dan Igor Saykoji, benar-benar mendaki hingga puncak Semeru demi film ini dan tetap mampu memperlihatkan kualitas akting terbaik mereka.erjuga dinilai sangat apik menghiasi tiap adegannya. Musik yang terkandung dalam film 5 Cm diisi oleh salah satu grup band papan atas Indonesia yaitu Nidji, dimana mereka menyumbangkan 4 lagu ke layar lebar tersebut berjudul 'Di Atas Awan', 'Rahasia hati', 'Tak Akan Pnah Mati' dan 'Intro'.
Soundtrack di film 5 Cm
Cerita cinta. Sebuah perjalanan hati)
December 31, 2012
“Sebuah cinta memang harus
diungkapkan karena tidak pernah ada cinta yang disembunyikan, kecuali
oleh seseorang yang terlalu mencintai dirinya sendiri” – Zafran (5cm.)
Temen: “Apa? Lo nonton lagi? Ini 3 kali hloh Nta?”
Gue: “Kan belom 5 kali. Hehehehehe……..”
(hening………..)
Kejadian akhir tahun 2008 itu terulang lagi. Kalau dulu saya kena syndrome Laskar Pelanginya Ikal, Arai dan kawan-kawan sampai 5 kali nontonnya. Sekarang, di akhir 2012 saya kena syndrome 5cm nya Zafran, Riani, Genta, Arial dan Ian. Dan kebiasaan saya kalau lagi suka sama film atau novel adalah mencari informasi, kabar berita, referensi, resensi dan lain sebagainya yang berkaitan dan membahas film atau novel tersebut. Seneng aja rasanya baca tulisan orang lain dengan berbagai gaya penulisan dan pendapat. Ada yang menyanjung adapula yang memberikan kritikan pedas.
Hak mereka sih sebenarnya buat menumpahkan pendapat, pemikiran dan isi hati, tapi terkadang menyebalkan juga kalau ada yang memberikan kritikan pedas tanpa melihat hal-hal positif yang ada di sisi lainnya. Seperti halnya pada film 5cm ini. Saat saya membaca ulasan yang positif, menarik dan membangun, saya akan ikut tersenyum dan tertawa-tawa. Tetapi ketika ada ulasan yang sifatnya memojokkan, saya jadi ikut kesal. “Hello, hargain dikit kenapa? Jarang-jarang hloh ada film Indonesia yang masuk kategori ‘normal’ alias nggak pake adegan mesum, misteri nggak jelas, seks atau kekerasan. Ditambah banyak pemandangan alam menakjubkan Indonesia yang diperlihatkan pada kita yang mungkin belum berkesempatan melihatnya secara langsung”.Sabar…..mungkin mereka termasuk kategori perfeksionis hehe.
Dan kalau melihat film 5cm yang mengeksplore pemandangan alam Indonesia, saya jadi ingat salah satu film Korea yang pernah saya tonton, judulnya “HARU: An Unforgettable Day In Korea” karena film ini mengeksplore keindahan alam Korea, mulai dari sawah di pedesaan, pulau, sampai gedung-gedung pencakar langitnya. Ceritanya bagaimana? Silahkan kalau berminat anda searching dan tonton sendiri hehehhehe. Kembali ke film 5 cm. Dari berbagai kritikan yang masuk, beberapa berasal dari para pecinta alam. Okey, saya memang belum pernah memanjat gunung sebelumnya, tapi teman-teman saya banyak yang sudah melakukannya dan dari cerita mereka, memang benar kalau film ini membuat kesan memanjat gunung itu terlihat gampang sekali, bahkan untuk gunung yang katanya level 8 itu (Mahameru), di film ini menjadi turun levelnya ke peringkat 2 (katanya). Dari sini saya ambil kesimpulan, oohh mungkin mereka ingin yang lebih real sesuai apa yang pernah mereka rasakan. Saya pun akhirnya manggut-manggut, merasa sedikit mengerti perasaan para pecinta alam dan kekecewaan mereka (sok tahu banget ya saya?). Tapi ya sudahlah, kembali lagi ke awal itu hak masing-masing orang untuk menilai suatu karya asal tidak keterlaluan dan tidak melewati batas kewajaran.
Jadi sekarang saya mau bahas filmnya saja, sisi positifnya yang membuat saya nonton lebih dari sekali (untuk film Indonesia ini suatu prestasi! Karena saya nggak sembarangan nonton film lokal di bioskop
Teman-teman saya yang protes itu bilang, “kenapa sih si Riani akhirnya malah sama Zafran dan nggak sama Genta? Kan kasihan si Genta? >.<”. Kalau mau simple saya bisa jawab, “kalau jodoh nggak kemana” atau “di novelnya gitu, jadi ya ngikutin novelnya aja, kan yang nulis scriptnya sama kayak yang nulis novelnya.” Tapi saya yakin jawaban itu nggak cukup memuaskan mereka dan malah bikin saya ditimpukin keripik atau snack kayak Ian di kereta. Jadi saya jabarkan pengamatan saya.
Kenapa saya setuju-setuju saja Riani dan Zafran akhirnya bersatu?
1. Cluenya banyak bertebaran, dimulai dari pembelaan Riani ke Zafran dan tatapannya di Secret Garden (rumah Arial). Di sana, Zafran udah sebel karena nyanyi panjang kali lebar buat Dinda, tapi Dindanya nggak ada di kamarnya. Yang lain ngeledekin nyanyian Zafran, tapi cuma Riani yang belain Zafran tulus dengan bilang lagu Zafran bagus. Intonasi dan pandangannya beda (entah apa saya yang terlalu lebay hehehehe)
2. Waktu Riani nggak setuju dengan ide Genta buat berpisah sementara, Zafran langsung merangkul Riani (ahhhh saya juga mau dong bang Juple *plakkkk*). Di situ tatapan keduanya juga beda dan si Riani yang paling beda, serasa yang lain nggak ada di sekitar mereka (sampai-sampai Genta ngelihatinnya jadi ikut-ikutan aneh, mungkin cemburu hihihihihi, sabar ya Bang Genta)
3. Waktu chatting. Ini juga jelas yang diomongin Zafran itu si Dinda sedangkan Riani ngomongin Zafran karena ciri-ciri yang disebutin Riani itu Zafran banget
4. Curhatan Riani sama Citra di lift. Cowok yang Riani suka itu orangnya ‘cuek’, jelas ini bukan Genta. Karena Genta justru care banget. Kalau orang itu memang Genta, mungkin nggak akan pakai istilah ‘cuek’ tapi ‘kurang peka atau terlalu care’ *IMO
5. Selama pendakian. Waktu itu Riani lagi berduaan sama Genta, mengagumi pemandangan alam gitu deh ceritanya sambil curhat-curhatan mungkin setelah itu seperti biasanya. Nah mendadak si Dinda teriak kalau kaki Zafran luka. Di sini, Riani langsung lari nyamperin Zafran dengan muka khawatir banget tanpa menoleh ke Genta. Menurut saya, bisa aja Riani nengok dulu ke Genta sebagai isyarat kalau mereka berdua harus segera nyamperin Zafran atau ada jeda sebentar lah. Tapi ini nggak, bener-bener reflek yang bagus (khawatir sama orang yang dicintai), begitu juga saat Riani ngobatin kaki Zafran.
6. Tanjakan cinta. Mungkin ini cuma mitos tapi lucu juga dan bisa jadi nyata. Dengan semangat, Zafran dan Ian jalan duluan dengan membayangkan orang yang mereka suka agar nantinya bisa bersatu (Zafran bayangin Dinda, Ian bayangin Happy Salma), sementara syarat agar permohonan mereka terkabul adalah mendaki tanpa menoleh ke belakang. Tapi di tengah jalan tanpa sengaja Genta memanggil mereka berdua (maksud Genta mungkin memberi semangat). Alhasil dengan polosnya si Zafran dan Ian menengok ke arah Genta sambil melambai-lambai riang, sampai akhirnya mereka menyadari kalau mereka telah melanggar mitos dengan menengok ke belakang hahahahaha. Untuk Zafran, ini pertanda kalau cintanya tidak akan bersatu dengan Dinda. Tapi untuk Ian, mungkin doa Ian lebih didengar karena Ian tetap berhasil mendapatkan Happy Salma di ending cerita. (Nah ini nih yang saya bilang eksekusinya jadi kayak banyolan. Absurd. Tapi ya sudahlah hehehe)
7. Kejadian yang paling saya suka. Insiden batu. Jadi posisinya kalau saya nggak salah inget dari yang paling atas itu Genta-Zafran-Riani-Arial-Dinda-Ian. Saat batu-batu besar dari atas longsor dan meluncur bebas dengan cepat ke arah mereka. Genta pertama kali berteriak memperingatkan mereka semua kemudian segera mengambil posisi sebagaimana yang sempat dia pesankan pada mereka (melihat ke arah batu lalu menyelamatkan diri dengan menghindarinya, mencari posisi aman, berguling ke arah berlawanan). Tapi mungkin karena saking kagetnya dan juga pendakian pertama bagi Zafran, Riani, Dinda, Arial dan Ian. Mereka jadi panik. Di sini, terlihat jelas reflek bagus Zafran (acungi semua jempol buat akting Junot!). Zafran nggak mikirin dirinya sendiri tapi langsung merosot ke arah Riani dan mendorong tubuh Riani menjauh dari batu, kemudian keduanya saling melihat satu sama lain (perhatikan tatapan keduanya yang sama-sama cemas). Riani sendiri sampai bengong mendapat pertolongan Zafran (mungkin Riani nggak ngira kalau Zafran lah yang menyelamatkan nyawanya, orang yang selama ini dicintainya dalam diam itu menjadi penyelamatnya dan ekspresi Raline Shah juga bagus sekali waktu dia gantian menatap Junot hihihihihi). Zafran sendiri juga sebaliknya, setelah mendorong Riani agar terhindar dari batu, Zafran menatapnya lekat, seolah memastikan Riani sudah aman. Sedangkan Dinda, yang dari awal diceritakan sangat disukai Zafran justru dilindungi oleh Arial meski akhirnya Arial tidak sepenuhnya berhasil karena Dinda berakhir dengan terguling ke bawah dan cidera. Begitupula dengan Ian yang berguling-guling seperti bola bekel (poor Ian). Dan nggak sampai di sini saja. Waktu Dinda di bawah dan cidera kemudian semuanya mulai meluncur turun menghampiri Dinda. Zafran dan Riani malah sempat terdiam terlebih dahulu dan tangan Zafran masih memegang tangan Riani, seperti memastikan keadaan, kemudian baru turun bersamaan, itu juga diperlihatkan kalau Zafran tidak meninggalkan Riani. Di sini saya berpikir kalau mungkin waktu pendalaman karakter dan juga reading, si Zafran ini juga diceritakan ada perasaan pada Riani, tapi karena terlalu dekat dan sifat Zafran yang cuek, membuat hatinya tertutup (kesotoy’an saya kambuh). Karena ekspresi mereka berdua itu saling khawatir satu sama lainnya. Dan kenapa juga Zafran tidak langsung ke arah Dinda saja setelah dia mendorong Riani menghindar dari batu apalagi waktu melihat Dinda luka. Saat yang lain langsung menghampiri Dinda, Zafran dan Riani masih sempat terdiam dengan tangan saling terkait (Jiahhhh kenapa saya jadi pengamat cinta begini kekekekkeke)
8. Sampai di puncak. Riani pertama kali pelukan sama Zafran hehehhehe
9. Sesi curhat, kejujuran, rahasia hati dan ungkapan isi hati. Sebenarnya di sini saya kasihan juga dengan Genta. Bagaimanapun Genta tulus menyukai dan menyayangi Riani lebih dari sahabat. Tapi hati tidak bisa dipaksakan kan? Semua yang tervisualisaikan di filmnya persis seperti yang ada di novelnya, di tambah dengan dialog panjang Genta soal isi hatinya karena kalau di novel hanya deskripsinya saja. Dan kalau ada yang protes kenapa Rianinya nggak nangis? Ya memang seperti itu. Diceritakan kalau Riani ini cewek yang kuat dan jago banget dalam menutupi perasaannya dan memang terkadang nggak semuanya bisa diungkapin dengan air mata yang mengalir deras (mewakili suara hati cewek). Riani hanya berkaca-kaca menatap Genta sambil minta maaf dan mengatakan kalau orang yang ada di hati Riani bukan Genta, tapi Zafran *jlebbbbb* (ekspresi Genta kasihan sekali, seperti ditusuk belati dari belakang). Kalau di novelnya dideskripsikan bagaimana ketegaran Riani yang melontarkan semua isi hatinya tanpa air mata yang mengalir deras, semuanya hanya tertahan di pelupuk matanya. Jadi karena kekuatan dan ketegaran Riani lah yang membuat Genta paham kalau cintanya tidak bersambut. Genta kagum dengan Riani yang mampu menyembunyikan semuanya bertahun-tahun dengan rapi (meski akhirnya tumpah ruah juga). Sementara di dalam tenda, Zafran dan Dinda yang masih terjaga, mendengar semua percakapan itu dalam diam. Zafran begitu kaget mendengar kejujuran hati seorang Riani (kalau di novel dideskripsikan bagaimana jantung Zafran berdegup semakin kencang dan merasa jahat sekali karena selama ini terang-terangan mengejar Dinda di hadapan Riani, gadis yang sudah lama menyukai Zafran dengan tulus dan menyimpan nama Zafran begitu rapi di suatu ruang di hatinya). Sedangkan Dinda? Dinda mungkin sedih karena orang yang selama ini dia suka adalah Genta, dan malam ini Dinda mendengar ungkapan isi hati Genta yang ditujukan untuk orang lain
“Maaf ya Ta, tapi bukan kamu yang ada di hati Riani… Dia Zafran Ta…”
Halaman 368 (novel 5cm.)
Dan, cinta sekali lagi membuktikan kekuatannya malam itu kalau
cinta ada untuk cinta itu sendiri, bukan untuk dimiliki, bukan untuk
Genta, bukan untuk Dinda, bukan untuk Riani, bukan untuk Zafran. Cinta
memang ada untuk dicintai dan diungkapkan sebagai sebuah jembatan baru
ke pelajaran-pelajaran kehidupan manusia selanjutnya. Cinta yang akan
membuat manusia lebih mengerti siapa dirinya dan siapa penciptanya. Dan,
dengan penuh rasa syukur akhirnya manusia menyadari bahwa tidak ada
cinta yang lebih besar di dunia ini kecuali cinta Sang Pencipta kepada
makhluknya. Tidak ada cinta yang bisa dimiliki oleh manusia, kecuali
cinta dari sang pencipta-yang tidak pernah berpaling dari manusia dan
selalu mencintai makhluk terbaik ciptaan-Nya. Sang Pencipta tidak pernah
memberikan apa yang manusia pinta, seperti cinta…Ia memberi apa yang
manusia butuhkan.
Cinta ada untuk cinta itu sendiri, bukan untuk Genta, bukan untuk Dinda, bukan untuk Riani, bukan untuk Zafran.
10. Berdua menyambut pagi. Ini ending dari kisah cinta Riani dan Zafran dimana diceritakan setelah melewati malam kejujuran itu, Zafran pertama kali terbangun dibanding yang lainnya. Dengan perasaan tenang, Zafran memandang danau yang terbentang luas di hadapannya, selanjutnya Riani datang menghampirinya. Mereka berdua berdiri bersebelahan lalu saling menatap dan tersenyum satu sama lain. Mungkin awalnya Riani berpikir ini seperti biasanya, tapi saat pandangan Zafran tak kunjung berpaling dan terus tertuju pada Riani. Riani menyadari kalau hatinya bergolak dan mungkin jantungnya juga berdegup makin kencang. Riani kemudian menunduk malu sekaligus mengatur perasaannya karena tatapan Zafran yang lain dari biasanya, kemudian setelah itu Riani kembali memandang Zafran lekat, tersenyum dengan perasaan paling bahagia, keduanya saling bertatapan dan dilanjutkan dengan menatap alam di hadapan mereka.
The sweetest part. I can’t stand it, the way Zafran stares at Riani. His eyes tell everything. Speak the unspoken words.
Tatapannya hangat. Dan tulus.
Sweet Achilles!
“Dan Riani adalah satu-satunya alasan Zafran lahir di dunia ini”
11. Terakhir waktu Zafran dan Riani akhirnya bersatu, saya suka sekali melihat foto mereka berdua di wisuda Ian. Riani sangat anggun dan cantik memakai kebaya sementara tangan Zafran merangkul pinggang Riani dengan mesra. Kemudian saat keduanya sudah menikah dan memiliki anak, anaknya lucu sekaliiiiiiii, paling cakep! Zafran dan Riani cocok banget jadi pasangan muda, serasi! Hehehhehhee.
Ada perbedaan pada ending novelnya. Jika di novel masih ada satu tokoh yang dimunculkan (Deniek), yang nantinya akan menjadi suami Dinda. Di film, Dinda diceritakan belum menikah dan malah akhirnya ditaksir oleh Genta hehehhe.
Sedangkan di novel, Genta menikah dengan teman kantor Riani (Citra) dan memiliki satu anak bernama Aga. Jadi kalau di novel ada generasi 5 cm junior yang beranggotakan Aga (anak Genta dan Citra), Zafran Junior (anak Zafran dan Riani), Arian (anak Arial dan Indy), David (anak Ian dan Happy) dan Deninda (anak Deniek dan Dinda). Keempatnya masih TK (nikahnya bareng kali ya? Hehehhe), kecuali Deninda yang baru berumur 3 tahun. Ohiya, kalau di novelnya diceritakan si Riani sedang mengandung anak kedua (buset tokcer bener bang Juple
Jadi begitulah pengamatan saya tentang love story di film ini (ketahuan ya kalau saya kubu RiZa alias Riani-Zafran) hahahahha. Karena sejak dari novelnya saya sudah suka mereka berdua, jadi penasaran sekali bagaimana nantinya jika melihat Zafran dan Riani di film, bagaimana proses bersatunya mereka? Ternyata di filmnya lebih diperjelas. Puaaaassssss!
Dan saya rasa waktu Zafran suka dengan Dinda itu belum termasuk kategori cinta yang berasal dari hatinya, dalam artian masih sebatas perasaan suka seorang cowok pada cewek cantik yang sempurna fisiknya alias tercampur dengan nafsu dan gedean nafsunya, ini terlihat dari pandangan Zafran ke Dinda dan berhasil! (Berarti akting Junot bagus, karena pandangan matanya saja sudah berbeda). Bandingkan dengan saat Zafran menatap Riani (meski nggak banyak tertangkap mata), saat insiden batu dan saat terakhir di tepi danau, pandangannya lebih teduh dan benar-benar berasal dari lubuk hati terdalam alias perasaan Zafran mulai luluh dan benih cinta siap tumbuh dengan subur hehehehe.
Begitu pula sebaliknya dengan Riani. Riani memang paling dekat dengan Genta, tapi pandangannya ke Genta yang saya rasakan adalah sebatas perasaan nyaman pada sahabat, saudara tapi bukan cinta. Apalagi saat insiden batu. Saya sampai memperhatikan mereka berdua (Zafran dan Riani). Seperti sebelumnya, Riani yang mengkhawatirkan Zafran saat kaki Zafran terluka. Di sini terlihat Zafran yang khawatir pada Riani setelah berhasil menyelamatkan Riani dan juga pandangan takjub Riani pada Zafran (antara kaget, heran tapi juga senang).
Jadi begitulah kesimpulan dari sudut pandang saya (maaf kalau sotoy, maklum bawaan dari lahir hehehehe). Yang belum nonton dan belum baca novelnya, silahkan ditonton dan dibaca ^^.
P.S. : Saya lagi senang soalnya mention saya ke Kak Raline dibales. Asik!
5 cm
Cerita berawal dari lima orang anak yang mengaku ”manusia-manusia yang agak pintar dan agak tolol” yang sudah kehabisan bahan diskusi dan hanya bisa ketawa-ketawa. Mereka sering mengesekusi hal yang tidak mungkin dan mencoba hal baru. Mereka adalah Genta, Riani, Arial, Ian, dan Zafran. Genta adalah orang yang mementingkan orang lain daripada dirinya sendiri. Genta badannya besar, rambutnya lurus berjambul. Riani ini orangnya cantik, pakai kacamata, dan cerdas. Riani adalah aktivis kampus, karena dia pintar debat dan pintar karena dia banyak belajar. Arial orangnya ganteng, tinggi dan besar, sangat sporty, orang yang apa adanya, selalu menaati seluruh peraturan yang ada. Ian orangnya gendut, dan kepalanya botak plontos, orang yang suka sekali dengan bola. Ian juga suka terhadap permainan yang menantang. Zafran adalah orang yang akan bilang yang dia inginkan. Badan kurus sekali, bagaikan kapur tulis. Mereka berlima sedang berada di dalam mobil Ian. Karena bingung dan tidak tahu akan kemana, akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke rumah Arial. Zafran senang sekali, karena dia menyukai adik Arial yang bernama Arinda, alias Dinda. Sesampainya di rumah Arial, mereka bertemu dengan Dinda yang membuat Zafran serasa terbang sendiri. Setelah itu, mereka bermain monopoli menghabiskan waktu bersama. Tak lama kemudian, mereka memutuskan untuk pergi ke Secret Garden, tempat biasa mereka berkumpul. Mereka berbincang-bincang tentang segala hal, mulai dari masa lalu mereka dan semuanya. Salah satunya adalah ”Finding Ian”. Dulu, Ian adalah anak yang hanya ikut-ikutan saja. Sampai suatu saat teman-temannya merasa kalau Ian tidak menjadi dirinya sendiri. Akhirnya mereka pun langsung memutuskan akan berbicara dengan Ian hari itu juga. Setelah menelfon Ian, mereka langsung menuju rumah Ian, dan mengajakanya ke sekolah SMA mereka dulu. Sesampainya di sekolah, Ian meminta maaf pada teman-temannya, karena mungkin sikapnya tidak membuat nyaman keempat temannya. Dan teman-temannya pun berkata mereka hanya ingin Ian menjadi dirinya sendiri.
Selama 3 bulan berpisah banyak hal yang membuat mereka menjadi manusia yang lebih kaya hati dan diri. Arial mendapatkan pacar baru yang bernama Indy. Arial mengenalnya di tempat fitness. Arial menembaknya di Puncak. Ian setelah bersusah payah menyelesaikan 4 Bab dalam waktu 2 bulan. Meskipun dia harus mengetik dan membaca semalaman, meskipun sempat mengalami beberapa masalah. Namun akhirnya, Ian lulus dengan nilai A. Begitupun Zafran, ia mendekatkan diri dengan Dinda, meskipun sangat susah, karena Dinda ini orangnya datar sekali, seperti Arial. Riani bekerja di sebuah perusahaan. Meskipun baru satu bulan Riani bekerja, sudah bisa memegang liputan, dia bisa karena dia yakin. Genta pun sukses dengan pameran yang ia adakan, meskipun tadinya sudah berpikir tidak akan banyak yang datang, ternyata pameran tersebut sangat banyak peminatnya. Dan tibalah hari di mana Genta harus SMS semua temannya, apa yang akan mereka rayakan tanggal 14 Agustus nanti. Tanggal 14 Agustus pun akhirnya datang, Genta menyuruh teman-temannya membawa perlengkapan dan berkumpul di Stasiun Senen pukul 2 siang. Pertama, Genta yang menunggu di sebuah Restoran Padang bertemu dengan Zafran, lalu Riani dan Ian datang berbarengan ke Restoran Padang. Dan terakhir, Arial bersama Dinda datang, dan Zafran serasa melayang karena Dinda ikut. Setelah mencurahkan rasa rindu mereka. Mereka akan pergi ke Malang untuk menaiki Gunung Mahameru, gunung yang tertinggi di tanah Jawa. Mereka menaiki kereta untuk sampai di Malang. Di kereta itu, Arial menceritakan bahwa ia sudah memiliki pacar baru, Ian bercerita bahwa ia sudah lulus. Dan di kereta itu pun, mereka mengalami kejadian-kejadian yang membuat mereka berpikir bahwa banyak orang lain yang lebih menderita daripada mereka. Mereka sampai di Malang pukul tiga siang keesokan harinya. Mereka menaiki angkot untuk sampai di tempat para pendaki yang akan mendaki gunung Mahameru berkumpul.
10 tahun kemudian...
Riani
menikah dengan Zafran, dan memiliki seorang anak yang bernama Zafran
Jr. Arial menikah dengan Indy, dan memiliki seorang anak yang bernama
Arian. Genta menikah dengan Citra, teman sekantor Riani, dan memiliki
seorang anak yang bernama Aga. Dinda menikah dengan Deniek, teman yang
ditemuinya di Mahameru, dan memiliki seorang anak yang bernama Deninda.
Ian menikah dengan Happy dan memiliki seorang anak yang bernama David.
Mereka berenam memiliki anak yang satu TK pula. Mereka merasa memang
mereka tidak bisa saling lepas satu sama lain. Sebentar lagi 17 Agustus,
anak mereka berlatih untuk upacara bendera di sekolah mereka. Dan
mereka tidak akan pernah melepaskan rumus mereka, ”Setiap kamu punya
mimpi atau keinginan atau cita-cita, kamu taruh disini, di depan kening
kamu jangan menempel, biarkan dia menggantung, mengambang 5 centimeter
di depan kening kamu. Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu”,
yang membuat mereka yakin bahwa mereka pasti bisa menggapai itu semua.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar